Ardiz Tarakan Borneo Simple of Borneo ~ Blog of Borneo Indonesia
Komunitas Blogger Tarakan (KBT) Mendukung Terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Borneo Indonesia Demi Kesejahteraan Masyarakat dan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Borneo oh Borneo
Foto Topless
Foto Telanjang
Ayam Kampus Berbugil Ria
Kisah Mengharukan Seorang Anak
Sepasang Naga Gemparkan Kutai Barat
10 "Password" yang Paling Gampang Ditebak
Amalan Dapat Jodoh Terbaik Oleh Ust. Yusuf Mansyur
Stop Merokok… Sangat Berbahaya
Tarakan Terbanyak Kedua Penerima Penghargaan
Pendidikan, Tarakan Terbaik Ketiga se-Kaltim
Pantai Amal Jadi Andalan Pariwisata Tarakan
Tarakan Raih Penghargaan Kota Sehat
Dapat Google Pagerank 4 (PR4), Aduh Senangnya.
Dapat Registration Key Antivirus SMADAV PRO Gratis
Oktober 2010 Tarakan Jadi Kota Gas
Tempat Hiburan "Indoor" Terbesar di Dunia Itu Ada di Makassar
Batik Indonesia Resmi Diakui UNESCO
UNESCO Akui Batik Milik Indonesia
Rekor Dunia Yang Dimiliki Indonesia
Jadikan Wakatobi Ikon Baru Indonesia
Angklung Ikon Indonesia di Acara Mahasiswa Asean
Download Kumpulan Cerpen
Software Kumpulan Hadits Gratis
Kumpulan Lagu Islami
Khasiat Ayat Kursi
Tarakan Cyber City
Asal Usul Tarakan
Pesta Iraw Tengkayu Tarakan
Alamat Web Layak Dikunjungi
Kata-Kata Bijak (Random)
Jumat, Oktober 16, 2009
Mengapa Orang Jadi Teroris?
Indonesia rawan terorisme. Bukan hanya jadi sasaran teror, sekaligus tempat persemaian yang subur bagi teroris. Ini merupakan hal yang layak kita renungkan. Kondisi psikologis seperti apa yang mendorong orang-orang muda berusia produktif itu menjadi teroris?Terorisme dapat diartikan sebagai gerakan suatu kelompok yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan. Bila demikian, berarti terorisme dapat berupa gerakan dari penguasa maupun dan rakyat, tanpa membedakan siapa sasarannya.
Yang akan dibahas adalah terorisme dalam arti gerakan suatu kelompok bawah tanah yang dilandasi ideologi tertentu dalam melakukan perlawanan terhadap pemegang kekuasaan dengan melakukan aksi kekerasan atau ancaman terhadap keselamatan anggota masyarakat.
Pengungkapan kasus-kasus terorisme di Indonesia menunjukkan, banyak orang muda berhasil direkrut menjadi anggota kelompok teroris. Di beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah ditemukan fakta yang mengarah sebagai bukti adanya pembinaan terhadap orang-orang muda menjadi anggota teroris.
Padahal, terorisme pada umumnya berkembang di daerah-daerah yang secara sosial politik mengalami konflik atau penindasan. Antara lain terorisme di Irlandia (masa konflik Inggris-Irlandia), terorisme dalam konflik Israel-Palestina. Daerah-daerah terjadinya separatisme, seperti Aceh beberapa waktu lalu, juga Papua, merupakan daerah yang rawan terorisme.
Bila kondisi sosial-politik tidak cukup kuat menjadi alasan berkembangnya aksi teror, kita perlu lebih sungguh-sungguh menengok kondisi sosial psikologis yang mungkin melatarbelakangi perkembangan kelompok teroris. Kita perlu ambil bagian dengan membangun kondisi psikologis yang mendukung orang-orang muda mengembangkan diri secara konstruktif, tanpa jalan kekerasan.
Gambaran sekilas
Bila kita bayangkan, seorang teroris adalah sosok yang ambil bagian dalam penyerangan dengan senjata atau bom, entah sebagai penyusun strategi, perakit bom, pelaku penyerangan/peledakan, dan sebagainya. Mereka siap bertindak tanpa memedulikan penderitaan banyak orang yang menjadi korban.
Antara korban dengan teroris sejatinya tidak memiliki persoalan apa pun. Itulah yang kita saksikan dalam kasus, seperti bom Bali I dan II, dan pengeboman di Jakarta. Jadi siapakah sebenarnya musuh mereka? Tidak jelas.
Bila mereka bertindak dengan ideologi tertentu atas nama agama, adakah pihak yang menindas agama yang mereka bela? Bila ya, siapakah penindasnya? Mengapa mereka tidak langsung saja menyerang pihak-pihak yang secara riil menindas? Tampak bahwa mereka sebenarnya tidak berdaya berhadapan dengan musuh, sehingga menyerang pihak yang bukan semestinya.
Bahwa tindakan itu dibalut rasa kepahlawanan, mungkin hanya merupakan mekanisme psikologis yang mereka ciptakan sebagai kompensasi atas ketidakberdayaan yang dialami. Bahwa mereka bertindak menyerang dengan sasaran yang bukan musuh ril, berarti mereka menyerang lebih karena kondisi psikologis yang dikuasai rasa permusuhan, tanpa objek yang jelas.
Dorongan agresi dahsyat yang terpendam mungkin berakar pada masa kecil yang banyak mengalami kekecewaan. Pelampiasan dorongan agresi dapat melalui saluran bermacam-macam. Namun, bahwa sebagian orang merasa cocok bergabung dengan kelompok teroris, ini menunjukkan bahwa dorongan agresi mereka berkaitan dengan kebutuhan tertentu, yang jawabannya mereka temukan dalam keanggotaan sebagai kelompok teroris.
Menjawab kebutuhan?
Kekerasan merupakan ciri utama dari terorisme. Ciri lainnya adalah membentuk kelompok bawah tanah, menggunakan ideologi tertentu sebagai landasan gerakan, dan adanya perlawanan terhadap pemegang kekuasaan. Unsur-unsur ini mungkin merupakan jawaban atas kebutuhan psikologis orang-orang tertentu yang berpotensi jadi teroris.
Kelompok merupakan sumber harga diri bagi seseorang. Dengan bergabung dalam suatu kelompok, seseorang dapat memenuhi kebutuhan akan identitas sosial. Dengan demikian, kelompok menjadi sumber harga diri terutama bagi individu yang mengalami rasa keterasingan.
Dengan ideologi kuat disertai loyalitas yang tinggi terhadap pimpinan dan organisasi, anggota teroris akan mengalami suatu totalitas sebagai pribadi. Hal ini mungkin merupakan jawaban atas keadaan jiwanya yang semula mengalami kekaburan identitas, gambaran diri negatif, serta tak adanya figur atau institusi yang memungkinkan ia mengalami totalitas.
Seseorang merasa cocok menjadi anggota kelompok terorjis tentu karena terdapat kesesuaian antara misi kelompok dengan kebutuhan atau nilai-nilai pribadinya. Dengan melakukan perlawanan terhadap pemegang kekuasan melalui jalur bawah tanah, tampaknya ini merupakan saluran yang "tepat" bagi dorongan bawah sadar berupa tumpukan amarah terpendam terhadap figur pemegang otoritas.
Perlawanan terhadap pemegang kekuasaan saat ini mungkin merupakan manifestasi kemarahan terpendam terhadap otoritas yang menindasnya pada masa kecil, yang mungkin saja adalah orangtua sendiri.
Begitu banyak orang, bahkan banyak yang menyebut diri religius, tidak belajar pelajaran mencintai (termasuk berdoa untuk mengampuni) musuh-musuh mereka. Mereka malah membenci, menggugat, protes, dan menyingkirkan musuh mereka; menjadi teroris di dalam hati mereka sendiri, di komunitas mereka, dan akhirnya di dunia.
Jadi, pada akhirnya terorisme menunjuk pada satu kenyataan pahit kondisi psikologis. Satu-satunya masalah yang tidak terselesaikan adalah masalah menolak solusi. Tuntutan teroris politik tidak lain adalah meminta orang lain untuk mengakui "kesalahan" dan mengubah perilaku mereka.
Bahkan, ketika terancam dengan perang dan kehancuran, ia akan menolak negosiasi karena negosiasi memerlukan kesediaan untuk meletakkan harga diri. Terjebak dalam masalah menolak solusi, ia menolak untuk menerima solusi nyata: bahwa ia sendiri harus hidup sesuai dengan nilai-nilai kejujuran dan integritas yang ia tuntut dari orang lain.
Dalam penolakan, ia mencemarkan hal yang sangat diinginkannya. la mencemarkan cinta. Demikianlah, teroris yang paling menakutkan adalah teroris dalam hati kita sendiri.
M.M.Nilam Widyarini, MSi, Kandidat Doktor Psikologi, Pengasuh rubrik di tabloid Gaya Hidup Sehat.
Sumber : KOMPAS.com (15 Oktober 2009)
Label: Jadi, Mengapa, Orang, Teroris
Dapat Dollar setiap file anda di Download Mau? Daftar di Ziddu.com
PTC Luar Terpercaya dan Terbukti Menghasilkan Dollar Hanya di NeoBux.com
Layak Dikunjungi :
TarakanBais.Blogspot.com Berfungsi sebagai Agregator dan Blog Utama Komunitas Blogger Tarakan (KBT) Dalam Rangka Mengenalkan Kota Tarakan Borneo. Komunitas Blogger Tarakan (KBT) adalah Ajang Penyaluran Ide Bakat dan Kreatifitas Anak Tarakan Borneo di Dunia Maya. Tarakan BAIS ~ Tarakan Cyber City ~ Tarakan Kota Pendidikan ~ Tarakan The New Singapore ~ Tarakan Never Ending Borneo ~ Lewat KBT (Komunitas Blogger Tarakan) ~ Lihat Dengar dan Kebersamaan ~ Promosikan Tarakan Lewat Blog Demi Indonesia Yang Lebih Baik.
BorneoBlogger.com Situs komunitas blogger Kalimantan (Borneo Indonesia) lebih dikenal dengan Borneo Blogger Community. merupakan agregat dari blogger yang berasal atau tinggal di Pulau Kalimantan (Borneo Indonesia). Dengan maksud dan tujuan untuk menyatukan Borneo Blogger ke dalam satu wadah sehingga tidak terpencar-pencar dan mempererat tali silaturahmi di antara Borneo Blogger.
Blog ini mendukung program Anti Pornografi, Anti Pornoaksi, Jangan Bugil, ANTI Free Sex, Anti Telanjang Jangan Bugil Depan Kamera : Demi Masa Depan dan Indonesia yang Lebih baik, Kami Berjanji Tidak Akan Bugil Di Depan Kamera.

0 Comments for Mengapa Orang Jadi Teroris?:
Poskan Komentar
Terima Kasih Atas Komentar Anda by Ardiz Tarakan Borneo
Links to Mengapa Orang Jadi Teroris?:
Buat sebuah Link
Artikel Islami :
Artikel Menarik :
Malaysia (Malingsia) Selalu Maling :
Malaysia (Malingsia) kembali mengklaim budaya Indonesia menjadi budaya mereka yang dicantumkan tari pendet dalam iklan visit year Malaysia (Malingsia). Sebelumnya, Malaysia (Malingsia) telah mengklaim lagu rasa sayange, angklung, reog Ponorogo, gamelan, wayang kulit, batik, Hombo Batu, dan Tari Folaya, dalam makanan Tumpeng dan Ketupat. Malaysia (Malingsia) Klaim Tari Pendet Bali. Klaim Malaysia (Malingsia) atas Tari Pendet Bohong Besar. Malaysia (Malingsia) Klaim Tenun Ikat Sambas. Malaysia (Malingsia) Juga Klaim Daratan Sebatik. Setelah Pendet, Kuda Lumping pun Diklaim Malaysia (Malingsia). Daftar Klaim Malaysia (Malingsia) atas Kebudayaan Indonesia. Malaysia (Malingsia) Pencuri Seni dan Budaya Indonesia. Pulau Jemur Diklaim Jadi Obyek Wisata Malaysia (Malingsia). Diam-diam Malaysia (Malingsia) Incar Kolintang. Kesenian Hadrah Bawean Gresik Rawan Diklaim Malaysia (Malingsia). Kejahatan Malaysia (Malingsia) Terhadap Indonesia, Paling Lengkap Di Seluruh Dunia. Malaysia (Malingsia) Of The Nation Terror For Indonesia. Malaysia (Malingsia) Klaim Budaya Indonesia Untuk Cari Identitas. Malaysia (Malingsia) Bagaikan 'Melipat dalam Guntingan'. Dirjen Asean : Malaysia Sedang Alami Krisis Identitas. Malaysia (Malingsia), You’re Truly the Thief of Asia. Gamelan Malaysia (Malingsia) Dipesan dari Solo. Batik Malaysia (Malingsia) Diinspirasi Batik Jawa. Album 'Wali' Dibajak Malaysia (Malingsia). Kapal Malaysia (Malingsia) Langgar Perbatasan Lagi. Malaysia (Malingsia) Akui Kontribusi TKI. Pol Air Tarakan Kembali Tangkap Kapal Trawl Malaysia (Malingsia). Layanan Seks Online Booming di Malaysia (Malingsia). Bisnis Ekstasi Itu Dimodali Orang Malaysia (Malingsia). Aksi Pengrusakan Gereja Lagi-lagi Terjadi di Malaysia (Malingsia). Enam Warga Malaysia (Malingsia) Ditahan Terkait Meninggalnya TKI. Mengapa Malaysia (Malingsia) selalu Maling ???.
Jihad, Mujahid & Terorisme :
Negeri Indonesia adalah "negeri yang damai", bukan negeri Islam, tetapi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan hukum positif kita telah sesuai dengan "ruh" atau "substansi" syariat Islam. Karena itu tidak alasan syar'i untuk melakukan qital. Boleh saja kaum teroris mengklaim bahwa apa yang mereka lakukan adalah perintah dan atas nama Tuhan, tetapi natur keberagamaan kita yang humanis tidak dapat menerima hal itu. Orang yang melakukan bunuh diri dan membunuh orang adalah pembunuh, bukan mujahid. MUI telah berfatwa bahwa perbuatan mereka terkutuk dan bukan jihad, kematian mereka pun bukan mati syahid. Selengkapnya di Tentang Jihad, Bom Syahid dan Terorisme dan Pembunuh Bukan Mujahid Puasa Gaya Teroris Mengapa Orang Jadi Teroris? Teror Bukanlah Jihad Menembak Teroris dengan Hati