Search Suggest

Tragedi di Balik Segelas Minuman

Tragedi di Balik Segelas Minuman

“Dok, saya nggak tahu kenapa bisa begini... Saya cuma main ke rumah teman,” 🥺 ucap seorang remaja berusia 17 tahun dengan suara nyaris tak terdengar. Matanya yang sembab menatap kosong ke arah layar USG.

Siang itu, ruang praktek terasa lebih sunyi dari biasanya. Di hadapan saya, seorang remaja yang seharusnya masih duduk di bangku sekolah, datang dengan perut yang sudah membesar— hamil 37 minggu.

Saat saya melakukan USG, janinnya dalam posisi sungsang (presentasi bokong), sehingga tindakan operasi sesar (SC) harus segera direncanakan. Namun, ada luka yang jauh lebih dalam dari sekadar masalah medis ini.

Dengan terisak, ia bercerita. Awalnya hanya main ke rumah teman perempuannya, lalu diajak berkunjung ke rumah teman lainnya. Di sana, ia disuguhi minuman. Tak lama setelah meminumnya, dunianya menjadi gelap. Ia kehilangan kesadaran.

Begitu terbangun, semuanya sudah terlambat. Ia terlambat haid, dan kini harus bersiap menjadi ibu di usia yang masih sangat belia akibat kekerasan yang dialaminya.

Sebagai seorang dokter obgyn dan juga seorang ibu, hati saya hancur mendengar kisah ini. Kekerasan s3ksval bisa terjadi di mana saja, bahkan di tempat yang dianggap 'aman' sekalipun.

“Sabar yaa Nak.. Kita siapkan persalinannya dengan baik. Kamu tidak sendirian,” ujarku sambil menggenggam tangannya erat.

Pasien saya operasi 1 minggu kemudian. Alhamdulillah bayi lahir dengan sehat dan selamat.

*****

Pesan untuk orang tua dan remaja

Waspada dengan Pemberian Orang

Ajarkan anak untuk tidak sembarang menerima minuman atau makanan dari orang lain, bahkan jika itu di lingkungan pertemanan.

Pentingnya Pengawasan

Selalu pantau dengan siapa dan di mana anak kita berada.

Jangan Beri Ruang untuk Rahasia

Bangun kedekatan agar anak berani bercerita jika mengalami hal yang tidak nyaman atau mencurigakan.

Mari kita jadikan cerita ini sebagai pengingat keras bagi kita semua untuk lebih protektif menjaga anak-anak kita dari bahaya yang tak terlihat.

Adakah Bunda di sini yang punya tips cara mengedukasi anak remaja agar lebih waspada di lingkungan pergaulannya? Mari saling berbagi di kolom komentar. 🙏🥰

#dokterobgyn #kekerasanseksual

Sumber Facebook : Susie Susilawati

Posting Komentar

Artikel Pilihan

    Artikel Populer