
Nunukan - Body Mass Index atau BMI merupakan indeks statistik yang digunakan untuk memperkirakan kategori berat badan seseorang berdasarkan perbandingan berat badan dan tinggi badan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), BMI dapat digunakan pada pria maupun wanita dari berbagai kelompok usia sebagai salah satu indikator untuk melihat kondisi berat badan.
Melalui perhitungan BMI, seseorang dapat mengetahui apakah berat badannya berada dalam kategori kurang berat badan atau underweight, normal, pra-obesitas, hingga obesitas. Meski demikian, BMI merupakan salah satu indikator penilaian dan tidak secara langsung mengukur jumlah lemak tubuh. Karena itu, kondisi kesehatan secara keseluruhan tetap perlu menjadi pertimbangan.
Bagi seseorang yang memiliki berat badan berlebih, menurunkan berat badan secara bertahap dapat menjadi pilihan yang lebih aman. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengatur jumlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari. Hindari mengurangi makanan secara berlebihan karena tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi untuk menjalankan berbagai fungsi.
Pola makan sehat dapat dilakukan dengan memperbanyak sayuran, buah-buahan, sumber protein, serta memilih makanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang tidak berlebihan. Selain mengatur pola makan, aktivitas fisik secara rutin juga penting untuk membantu membakar energi dan meningkatkan kebugaran tubuh. Istirahat yang cukup serta konsumsi air yang memadai juga mendukung penerapan gaya hidup sehat.
Menurunkan berat badan sebaiknya dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Target yang realistis akan lebih mudah dipertahankan dibandingkan penurunan berat badan secara drastis dalam waktu singkat. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau membutuhkan target penurunan berat badan yang lebih spesifik, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pola makan dan aktivitas yang sesuai.
(Sumber: keslan.kemkes.go.id)
Sumber : RRI Tarakan