Search Suggest

Penderita Diabetes Sering Kekurangan Vitamin B1, Ini Faktanya

Penderita Diabetes Sering Kekurangan Vitamin B1, Ini Faktanya

PENDERITA DIABETES SERING KEKURANGAN VITAMIN B1 TANPA MENYADARINYA! 💊🩸

Tahukah Anda? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplementasi vitamin B1 (tiamin) sebanyak 300 mg per hari selama tiga bulan dapat membantu meningkatkan kesehatan ginjal, memperbaiki kontrol gula darah, serta membantu melindungi saraf, mata, dan pembuluh darah pada penderita diabetes tipe 2. 

Yang mengejutkan, banyak penderita diabetes ternyata memiliki kadar vitamin B1 yang jauh lebih rendah dibandingkan orang tanpa diabetes. 🤯

Mengapa bisa begitu? Bukan semata-mata karena kurang mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B1. Penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah yang tinggi menyebabkan ginjal membuang vitamin B1 melalui urine jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Akibatnya, kadar tiamin di dalam darah penderita diabetes dapat mencapai sekitar 75% lebih rendah dibandingkan orang yang tidak menderita diabetes. 🩺

Padahal vitamin B1 memiliki peran yang sangat penting dalam metabolisme glukosa. Vitamin ini membantu tubuh mengolah kelebihan gula darah melalui jalur metabolisme yang lebih aman. Jika kadar vitamin B1 terlalu rendah, sebagian glukosa akan lebih mudah masuk ke jalur metabolisme yang dapat merusak pembuluh darah kecil, terutama yang menyuplai ginjal, saraf, dan mata. Seiring waktu, kerusakan inilah yang dapat berkontribusi terhadap berbagai komplikasi diabetes. 🧬⚠️

Karena itulah para peneliti mencoba memberikan 300 mg vitamin B1 setiap hari selama tiga bulan kepada penderita diabetes tipe 2. Hasilnya, kadar albumin dalam urine menurun secara bermakna. Albumin merupakan salah satu penanda dini kerusakan ginjal akibat diabetes, sehingga temuan ini dianggap cukup menjanjikan. 📉🫘

Namun demikian, penting untuk dipahami bahwa vitamin B1 bukanlah obat untuk diabetes. Dosis 300 mg per hari juga tergolong sangat tinggi, sekitar 250 kali lebih besar daripada kebutuhan harian orang dewasa. 👨‍⚕️⚠️

Lalu, apa yang dapat Anda lakukan sendiri untuk membantu mengendalikan gula darah?

Jawabannya sebenarnya cukup sederhana: kelebihan glukosa harus memiliki tempat untuk disimpan dan digunakan, yaitu di dalam otot. 💪

Otot rangka merupakan tempat terbesar di dalam tubuh untuk menyerap, menyimpan, dan membakar glukosa. Semakin banyak massa otot yang sehat Anda miliki, semakin besar kemampuan tubuh mengalihkan gula darah keluar dari aliran darah. Artinya, semakin sedikit glukosa yang beredar dan berpotensi merusak pembuluh darah kecil di ginjal, mata, maupun saraf. 🩸➡️💪

Sayangnya, setelah usia 40 tahun, massa otot mulai berkurang secara alami, sensitivitas insulin menurun, dan makanan yang dulu tidak menimbulkan masalah kini dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih besar. Yang lebih disayangkan lagi, sebagian besar saran mengenai olahraga dan pembentukan otot masih ditujukan untuk orang berusia 20-an, bukan mereka yang telah memasuki usia 40 tahun ke atas. 📉

Karena itu, selain memperhatikan asupan nutrisi yang tepat, menjaga dan meningkatkan massa otot melalui latihan kekuatan (resistance training), konsumsi protein yang cukup, serta pemulihan yang baik merupakan salah satu strategi paling efektif untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali dan mengurangi risiko komplikasi diabetes dalam jangka panjang. 💪🥩🏋️‍♂️ 

Sumber FB : Dominik Vanyi

Posting Komentar

Artikel Pilihan

    Artikel Populer