Mengubah Takdir Kehidupan

Mengubah Takdir KehidupanDalam kehidupan seringkali manusia "terjebak" pada kata takdir, Padahal ada takdirNya yang bisa dirubah dan ada takdirNya yang tak bisa dirubah, saya kemukakan di ujung akhir tulisan ini Perkara takdir memang menarik, banyak perdebatan yang melahirkan berbagai tiori dan golongan.

Ada yang bertiori bahwa manusia hanya semacam wayang kulit yang digerakan bagaimana maunya dalang, ada yang bilang manusia punya kehendak bebas, sebebas-bebasnya, ada juga yang mengambil jalan tengah antara kedua tiori tersebut. Namun tulisan ini tidak untuk berdebat, hanya untuk berbagi. Karena setiap manusia mempunyai pendapatnya masing-masing yang kadang berbeda satu sama lain.

Tak ada sesuatupun yang dapat menghalangi takdir yang datang dariNya, yang baik ataupun yang buruk. setiap keputusanNya pasti terjadi! Disukai atau tidak oleh manusia. Takdir Tuhan yang telah terjadi tak dapat kamu tolak, walau manangis darah sekalipun atau kamu protes dengan suara yang menggelegar membelah langit, membelah angkasa raya.

Kamu menolak atas takdir yang buruk, Tuhan tidak rugi. Sebaliknya kamu bersyukur atas takdir yang baik, Tuhanpun tidak untung. Semuanya dikembalikan padamu, Dia tak butuh apa-apa darimu. Takdir buruk, seperti kematian, bencana alam, terkena PHK, dipecat dari jabatan dan sebagainya, adalah takdirNya, baik karena perantara manusia atau memang sebab alam, namun keduanya, asal muasalnya tetap dari Allah SWT.

Kamu taat atau kapir tidak merubah takdir Tuhan, kamu suka atau tidak, tak merubah kekuasaan Tuhan. Kamu bahagia atau menderita tak merubah kehendak Tuhan. Kamu beriman atau murtad tak mengurangi kamauan Tuhan. Kamu bersyukur atau kupur tak merubah kasih sayang Tuhan. Ya semuanya kembali kepadamu, Tuhan bagaikana cermin yang memantulkaan semua kelakuanmu. Jadi kamu masuk syurga atau nereka adalah hasil dari perbuatan kamu sendiri, Tuhan hanya menyediakan tempat tersebut untuk membalas setiap amal yang kamu lakukan.

Kamu masuk syurga Tuhan tidak untung, kamu masuk nerakapun Tuhan tidak rugi. Kamu punya kehendak bebas untuk melakukan apa yang kamu sukai dan resikonya tanggung sendiri. Itulah Tuhan, Dia telah membebaskan manusia untuk berbuat apa saja yang mereka kehendaki, yang baik atau yang buruk, beriman atau kapir, semuanya diserahkan kepada manusia. Untuk itulah manusia diberikan akal pikiran, hati dan kehendak. Dengan ketiga modal itu, manusia nanti dimintai pertanggungjawabannya.

Maka ketika mendapat takdir baik atau takdir buruk tidak abadi keduanya, tidak selamanya takdir baik ada pada manusia ketika hidup, begitu juga tidak salamanya takdir buruk ada pada manusia. Selama kamu hidup di dunia, apapun bentuknya tidak pernah abadi, ya suka, sukanya sementara. Bila duka, dukanya sementara. Keduanya saling berganti dan bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Dan itu semua akan berakhir pada kematianmu, dibalik kamatian itulah akan ditemukan keabadian. Ya suka, sukanya abadi(syurga) bila duka, dukanyapun abadi (neraka) keduanya tetap dan tidak bisa saling menggantikan.

Nah, terkadang takdir buruk itu dating berupa kematian, yang memang pada akhirnya apapun yang kamu cintai akan kamu tinggalkan, suka atau tidak, rela atau tidak, semuanya akan kamu tinggalkan atau kamu ditinggalkan oleh semua itu !

Begitu juga tentang masa depan ada dihadapanmu, tak bisa kamu hindari dengan berlari jauh darinya. Ya hadapi masa depan baik atau buruk, itu hidup namanya. Urusan masa depan ada ditanganNya, masa depan adalah milikNya, maka kita berserah diri kepadaNya. Insya Allah segala urusan kita dimudahkan olehNya. Jangan ragu-ragu, mantapkan iman, teguhkanlah pendirian.

Hidup prihatin, perih-perih hati, karena memang tidak semua keinginan dapat terpenuhi. Ingat, dibalik keprihatinanmu..., jauh di ujung sana banyak lagi manusia-manusia yang jauh lebih prihatin darimu. Mereka kelaparan, di usir dari tanah kelahiran, di rampas hak-haknya, dihancurkan oleh musuh-musuhnya, menderita, sengsara, rumah hancur kena bom, kedinginan yang memilukan. Itu takdir mereka dan dengan segala daya upaya mereka mencoba melepaskan diri dari takdir buruk menjadi takdir baik, lari dari takdir ke takdirNya juga.


Bagi yang sedang belajar atau kuliah atau yang sedang berusaha meraih cit-cita apapun bentukny, harus ditekankan bahwa tak ada kata putus asa dalam mencapai cita-cita, berjuang terus dalam hidup dan kehidupan, tak ada kata patah semangat untuk mencapai sesuatu yang baik dan diridhoiNya. Takdir baik di capai dengan usaha yang keras dengan keyakinan : Selalu ada kemudahan di balik kesulitan, sungguh ada kemudahan di balik kesulitan. Buat apa melanglang buana jauh-jauh, kalau diri kita sendiri tak dapat dirubah menjadi lebih baik dan lebih terpuji.

Ayo bergerak menjemput takdirNya yang terbaik, karena ada takdirNya yang bisa dirubah dengan usaha dan kerja keras, sambil terus berdoa mohon petunjukNya. Sedangkan takdir berupa yang menghidupkan dan yang mematikan tak bisa di rubah, kita anak siapa dan keturunnya dari mana juga termasuk takdir yang tak bisa dirubah. Sedangkan kebodohan, kemiskinan dan lain-lain bisa dirubah dengan usaha manusia.

Sumber : Catatan Yusuf Mansur Network (15 Mei 2010) Borneo

Gabung Yuk di Facebook Yusuf Mansur Network

©Terima kasih telah membaca Blog Ardiz Borneo dengan judul "Mengubah Takdir Kehidupan". Semoga betah di Blog Ardiz Borneo®

Artikel Terkait