KBRI akan Telusuri Penyiksaan Nelayan Nunukan
NUNUKAN - Pihak Kedutan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia merespon cepat dugaan penganiayaan yang dilakukan Polis Gerakan Am (PGA) Malaysia terhadap empat nelayan Indonesia di perairan perbatasan RI-Malaysia sekitar Pulau Sekaca, Nunukan.Koordinator Kantor Pelaksana Tugas dan Fungsi Tawau, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia Widoratno Rahendra Dijaya mengatakan, pihaknya telah meminta penjelasan kepada aparat terkait di Tawau, Sabah terkait kejadian tersebut.
"Kami sudah meminta penjelasan dari pihak terkait di Tawau dan mereka masih sedang menyelidiki kasus ini, bagaimana inisden ini terjadi. Kita tunggu, kita harapkan bisa segera ada kejelasan mengenai kasus itu," ujarnya, Jumat (19/11/2010) sore ini di Tawau.
Soal tindakan apa saja yang sudah diambil pihak KBRI Malaysia, hingga kini belum ada upaya lebih jauh selain meminta penjelasan seperti yang diungkapkannya. "Mereka harus mencatat, melakukan penyelidikan yang lebih teliti mengenai kasus ini," ujarnya.
Terkait kasus tersebut, pihaknya memang telah menerima informasi dari dalam negeri. "Saya pikir sama yang disampaikan teman-teman. Kita juga memperoleh informasi dari tanah air seperti itu, saya pikir itu saja dulu yah," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, empat nelayan Indonesia Ermansyah, Budi Sabadri, Janirun dan Randi diduga disiksa Polis Gerakan Am Malaysia saat memancing di perairan perbatasan RI-Malaysia. (*)
Sumber: tribunnews (19 November 2010) Borneo
Anda sedang membaca artikel
"KBRI akan Telusuri Penyiksaan Nelayan Nunukan"
di blog Ardiz Tarakan Borneo
Rekomendasikan lewat Google +1 dengan mengklik tombol
Untuk berbagi di Facebook Anda, klik tombol
Terima kasih atas kunjungan Anda.
0 Comments for KBRI akan Telusuri Penyiksaan Nelayan Nunukan:
Poskan Komentar