Ardiz  Tarakan  Borneo  A Simple Borneo Blogger. Beautiful Sharing for Anyone.

Kamis, Oktober 21, 2010

Budiman: Birau, Momentum Pererat Persatuan

Meriah, Malam Penutupan Pekan Budaya Birau 2010

Budiman: Birau, Momentum Pererat Persatuan - Kaltim BorneoTANJUNG SELOR - Gegap gempita Pesta Seni dan Budaya Birau 2010 telah berakhir kemarin malam. Aksi grup band ternama asal ibu kota Jakarta, D’Masiv tampil menutup serangkaian acara yang digelar selama sepekan ini.

Sebelumnya, pekan budaya Birau ditutup secara resmi oleh Bupati Bulungan H Budiman Arifin, pada Senin (18/10) sore.  Meski tidak semeriah waktu pembukaan, acara penutupan Birau 2010 yang berlangsung  semarak.

Beberapa atraksi dan hiburan juga digelar untuk memeriahkan penutupan Birau yang dihadiri oleh Bupati Bulungan, wakil bupati, Ketua DPRD, unsur FKPD, serta para pejabat Pemkab Bulungan, tokoh masyarakat, anggota DPRD dan ribuan warga Bulungan itu.

Bupati Bulungan Drs H Budiman Arifin MSi mengungkapkan, momentum Birau kali ini bukan sekedar memperingati hari ulang tahun saja, lebih dari itu Birau merupakan sarana untuk mempererat rasa persatuan di antara seluruh masyarakat Bulungan.

Ulang tahun kabupaten, lanjut bupati, juga menjadi momentum untuk berinteropeksi dan mensyukuri hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini. Sekaligus untuk menyongsong masa depan Bulungan yang lebih baik. 

Dia menambahkan, melalui kegiatan Birau ini juga  memberikan dampak yang sangat baik terhadap peningkatan sosial ekonomi masyarakat, serta seni dan budaya. Khususnya di wilayah kabupaten di Bulungan.

Pentas seni dan budaya Birau 2010 yang digelar dalam rangkaian HUT ke-220 Kota Tanjung Selor dan HUT ke-50 Kabupaten Bulungan telah dilaksanakan sejak 12 Oktober lalu. Berbagai kegiatan, mulai pentas kesenian daerah maupun modern, pagelaran budaya,  serta bermacam perlombaan olahraga tradisional dan prestasi digelar dalam rangkaian Birau ini.

Kegiatan-kegiatan yang dikemas secara meriah itu, antara lain berupa pameran pembangunan, pasar malam, pentas seni dengan menghadirkan artis ibukota, penampilan kesenian daerah, lomba tradisional seperti sumpit, dayung.

Kemudian pertandingan olahraga prestasi, pawai seni dan budaya dan lain-lainnya. “Alhamdulillah semua kegiatan telah berjalan dengan baik dan mendapat respons serta dukungan yang sangat positif dan masyarakat,” ungkap H Sudjati, ketua panitia Birau 2010 dalam laporannya.


D’MASIV TUTUP PESTA BIRAU

DMASIV TUTUP PESTA BIRAU 2010 - Bulungan Kaltim BorneoSementara itu pada malam harinya, grup band asal Jakarta D’Masiv berhasil menghibur ribuan masyarakat Bulungan yang memadati Lapangan Agatish Tanjung Selor. Karena banyaknya penonton di tengah aksi D’Masiv, aparat kepolisian terlihat beberapa kali harus mengevakuasi beberapa penonton, khususnya ibu-ibu dan wanita remaja yang terjepit di antara kerumunan penonton lainya. Bahkan ada yang sampai pingsan.

Penutupan Birau kemarin malam benar-benar meriah. Pantaun Radar Tarakan, sejak pukul 18.00 Wita, kedua arah jalan menuju Agatish, sudah mulai ramai oleh  warga. Puluhan ribu orang tumpah ruah memadati lapangan agatish. Tampak hadir di tengah-tengah warga, Bupati Bulungan H Budiman Arifin, Ketua DPRD H Hasbullah dan unsur FKPD.

Penampilan grup band yang digawangi Rian (vokal), Kiki (gitar), Rama (gitar), Ray (bas) dan Why (drum) membuat histeris kalangan ABG. D’Masiv yang tampil tepat pukul 21:00 kemarin, membawakan beberapa hit dari album pertama dan keduanya. Seperti Merindukanmu dan lain-lainnya.

Lagu tersebut kontan membuat suasana semakin semarak, karena penonton ikut bernyanyi dan histeris memanggil-manggil nama sang vokalis Ryan, khususnya wanita. Suasana kian gemuruh ketika band yang pernah mendapatkan penghargaan platinum ini membawakan hit Jangan Menyerah dari album terbarunya. Penonton pun kian terhanyut dalam suasana kemeriahan konser.

Armada pemadam kebakaran yang disiagakan di lokasi, terlihat berulang kali menyemprot air ke arah penonton yang kepanasan. Hingga pertunjukan berakhir, tidak ada insiden berarti yang terjadi di sekitar lokasi konser. Meski basah kuyup, para remaja tetap dengan semangat berjingkrak-jingkak mengikuti musik yang dimain personil D’Masiv.

“Saya senang berada di Bulungan. Penonton yang begitu banyak, ternyata masih tetap bisa tertib. Saya yakin warga Bulungan cinta damai, setujuuu..!,” seru Rian, disambut gemuruh “Setujuuuu,” oleh penonton.

Sekedar diketahui, Birau merupakan tradisi di Bulungan yang merupakan titisan dari upacara adat Kesultanan Bulugan yang dipenuhi dengan unsur-unsur Budaya daerah. Birau sendiri adalah refleksi kegembiraan atas suatu keberhasilan pencapaian sesuatu. Bagi Pemkab Bulungan dan masyarakatnya, Birau yang dalam bahasa daerah Bulungan berarti perayaan besar atau pesta agung juga dikaitkan dengan hari jadi Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan.

Motto Birau “Dengan Semangat Kadandiyu Dandiyu Lai Kadandiyu Kadanding tingkatkan Merudung Pebatun De Benuanta yang artinya dengan semangat keprihatinan namun penih kesungguhan dan optimis, bekerja keras memeras keringat, kita tingkatkan rasa kebersamaan, senasib sepenanggungan dalam membangun di daerah kita. Tahun ini Birau mengambil tema, “Dengan semangat tahun emas (50 tahun) kabupaten Bulungan dan Kota Tanjung Selor  ke 220, kita bulatkan tekad menjadikan Tanjung Selor sebagai ibukota Provinsi Kaltara”.(ngh)

Foto Bareng DMasiv Bandara Juwata Tarakan Kaltim Borneo
Foto Bareng DMasiv Bandara Juwata Tarakan Kaltim BorneoFoto Bareng DMasiv Bandara Juwata Tarakan Kaltim Borneo
Foto Bareng DMasiv Bandara Juwata Tarakan Kaltim Borneo
Foto Bareng DMasiv Bandara Juwata Tarakan Kaltim Borneo
Foto Bareng DMasiv Bandara Juwata Tarakan Kaltim Borneo

Sumber: RadarTarakan (20 Oktober 2010) Borneo

Label:

Anda sedang membaca artikel
"Budiman: Birau, Momentum Pererat Persatuan"
di blog Ardiz Tarakan Borneo
Rekomendasikan lewat Google +1 dengan mengklik tombol
Untuk berbagi di Facebook Anda, klik tombol
Terima kasih atas kunjungan Anda.

0 Comments for Budiman: Birau, Momentum Pererat Persatuan:

Poskan Komentar