Lestarikan Batik Bulungan
Momen hari batik nasional, yang dicanangkan Jumat (2/10) kemarin, mengingatkan Bupati H Budiman Arifin pada kekayaan budaya di Kabupaten Bulungan yang ternyata juga memiliki motif batik tersendiri.
Menurut dia, sekitar 10-15 tahun silam pernah diproduksi batik bermotifkan khas Kabupaten Bulungan, namun sekarang batik itu sudah tidak ada lagi.“Saya harapkan Batik Bulungan bisa dilestarikan lagi,” kata bupati.
Ada tiga macam corak batik khas Bulungan, yaitu corak Tidung, Bulungan dan Dayak. Sebagai tahapan awal, karena diakuinya untuk memesan batik ini harganya cukup mahal, bupati mengharapkan, jajaran pejabat, terutama kepala SKPD dulu yang diwajibkan memilikinya. “Paling tidak seluruh kepala SKPD sudah punya baju batik khas Bulungan. Karena harganya menurut informasi mahal. Ini untuk menjadi contoh terlebih dahulu,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bulungan Rasdiansyah Noor pernah menyampaikan, desain motif batik Bulungan sudah selesai dibuat. Dan tinggal menunggu proses percetakan.
Dengan adanya batik motif Bulungan ini, nantinya diharapkan bisa menjadi ciri khas dari Bulungan. Rasdiansyah mengatakan, untuk saat ini, desain batik Bulungan yang sudah dibuat tersebut akan dicetak di luar daerah. Namun ke depan tidak menutup kemungkinan bisa diproduksi sendiri di Bulungan. Untuk tahap awal, sebagai promosi, sementara ini baru dibuat kain sebagai sampel. (ngh)
Sumber : Kaltim Post (3 Oktober 2009)
Menurut dia, sekitar 10-15 tahun silam pernah diproduksi batik bermotifkan khas Kabupaten Bulungan, namun sekarang batik itu sudah tidak ada lagi.“Saya harapkan Batik Bulungan bisa dilestarikan lagi,” kata bupati.
Ada tiga macam corak batik khas Bulungan, yaitu corak Tidung, Bulungan dan Dayak. Sebagai tahapan awal, karena diakuinya untuk memesan batik ini harganya cukup mahal, bupati mengharapkan, jajaran pejabat, terutama kepala SKPD dulu yang diwajibkan memilikinya. “Paling tidak seluruh kepala SKPD sudah punya baju batik khas Bulungan. Karena harganya menurut informasi mahal. Ini untuk menjadi contoh terlebih dahulu,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bulungan Rasdiansyah Noor pernah menyampaikan, desain motif batik Bulungan sudah selesai dibuat. Dan tinggal menunggu proses percetakan.
Dengan adanya batik motif Bulungan ini, nantinya diharapkan bisa menjadi ciri khas dari Bulungan. Rasdiansyah mengatakan, untuk saat ini, desain batik Bulungan yang sudah dibuat tersebut akan dicetak di luar daerah. Namun ke depan tidak menutup kemungkinan bisa diproduksi sendiri di Bulungan. Untuk tahap awal, sebagai promosi, sementara ini baru dibuat kain sebagai sampel. (ngh)
Sumber : Kaltim Post (3 Oktober 2009)
Label: Bulungan
Anda sedang membaca artikel
"Lestarikan Batik Bulungan"
di blog Ardiz Tarakan Borneo
Rekomendasikan lewat Google +1 dengan mengklik tombol
Untuk berbagi di Facebook Anda, klik tombol
Terima kasih atas kunjungan Anda.
0 Comments for Lestarikan Batik Bulungan:
Poskan Komentar