Ardiz  Tarakan  Borneo  A Simple Borneo Blogger. Beautiful Sharing for Anyone.

Jumat, Agustus 28, 2009

Empat Pulau Terluar di Kaltim (Borneo) Diawasi Ketat

Empat Pulau Terluar di Kaltim (Borneo) Diawasi Ketat - Ardiz Tarakan BorneoSAMARINDA, - Pemprov Kaltim (Borneo) melakukan pengawasan ketat terhadap empat pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Keempat pulau itu adalah Sebatik dan Gosong Makassar di Kabupaten Nunukan, Maratua dan Sambit di Kabupaten Berau.

Dari keempat pulau itu, Sebatik dan Maratua berpenghuni. Sedangkan Gosong Makassar dan Sambit tak berpenghuni, namun tetap keempatnya dianggap sangat rawan mulai dari ancaman disintegrasi bangsa hingga perebutan wilayah dengan Negara Tetangga.

Pengawasan ketat itu dilakukan, menyusul terungkapnya tiga pulau di Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat (Sumbar) terdaftar di situs resmi www.pribateislandsonline.com, yang akan dijual, karena berpotensi sebagai wadah surga bagi pencinta surfing kelas dunia.

"Sebenarnya kalau dinyatakan mendapat pengawasan ketat, sudah sejak dulu telah kami lakukan, khususnya yang berkaitan dengan soal ancaman disintegrasi bangsa bagi penghuni keempat pulau tersebut. Namun kalau kekhawatirannya adalah akan dijual, kami fikir semua pulau di Kaltim (Borneo) ini tidak akan bisa dijual, karena semua sudah kami data," kata Hamdani, Kepala Bagian Penataan Wilayah Biro Kerjasama dan Penataan Wilayah Setprov Kaltim (Borneo), Kamis (27/8) kemarin di ruang kerjanya.

Selain itu, disebutkannya, keempat pulau itu masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 78 tahun 2005, yang wajib dilindungi dan mendapat perhatian khusus. Karenanya jika kemudian ada kekhawatiran akan dijual oleh oknum tak bertanggungjawab dengan studi kasus pulau di Sumbar tersebut, akan sangat sulit sekali dilakukan.

"Ketika masuk Perpres artinya penanganan dan pengawasan tak hanya dari Pemprov Kaltim (Borneo), tapi juga pemerintah pusat. Sekali lagi, kalau kekhawatirannya akan terjual, sangat tidak mungkin dilakukan, karena ada tata aturan yang melindunginya," ujarnya dengan tegas.

Sementara itu disebutkannya, berdasarkan data Biro Kerjasama dan Penataan Wilayah Setprov Kaltim (Borneo), saat ini Provinsi Kaltim (Borneo) memiliki 378 pulau tersebar di 14 Kabupaten dan Kota. 44 diantaranya berpenghuni, sedangkan yang lainnya tidak, atau hanya dijadikan wadah bertani para petani tambak.

"Dan semua sudah bernama berdasarkan Rapat Koordinasi kami dengan Kabupaten dan Kota beberapa waktu lalu. Dan 378 pulau itu juga sudah kami bawa ke Dirjen Pemerintahan Umum Subdit Toponomi, untuk kemudian disahkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB," terangnya.

Dan ditambahkannya, 378 pulau itu dinyatakan sebagai pulau, juga atas dasar hasil verifikasi oleh tim pusat dari Kementrian Kelautan. "Mereka beberapa waktu lalu ada datang ke Kaltim (Borneo) untuk mendatanya. Mudah-mudahan saja dalam waktu dekat ini sudah ada pengesahan, dan kita jadi lebih mudah untuk mengawasi pulau-pulau kita di Kaltim (Borneo) ini," tambahnya. (aid).

Sumber : Tribun Kaltim (28 Agustus 2009)

Label:

Anda sedang membaca artikel
"Empat Pulau Terluar di Kaltim (Borneo) Diawasi Ketat"
di blog Ardiz Tarakan Borneo
Rekomendasikan lewat Google +1 dengan mengklik tombol
Untuk berbagi di Facebook Anda, klik tombol
Terima kasih atas kunjungan Anda.

0 Comments for Empat Pulau Terluar di Kaltim (Borneo) Diawasi Ketat:

Poskan Komentar