Ardiz  Tarakan  Borneo  Simple of Borneo ~ Blog of Borneo Indonesia
Komunitas Blogger Tarakan (KBT) Mendukung Terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Borneo Indonesia Demi Kesejahteraan Masyarakat dan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Borneo oh Borneo Foto Bugil Foto Topless Foto Telanjang Ayam Kampus Berbugil Ria Kisah Mengharukan Seorang Anak Sepasang Naga Gemparkan Kutai Barat 10 "Password" yang Paling Gampang Ditebak Amalan Dapat Jodoh Terbaik Oleh Ust. Yusuf Mansyur Stop Merokok… Sangat Berbahaya Tarakan Terbanyak Kedua Penerima Penghargaan Pendidikan, Tarakan Terbaik Ketiga se-Kaltim Pantai Amal Jadi Andalan Pariwisata Tarakan Tarakan Raih Penghargaan Kota Sehat Dapat Google Pagerank 4 (PR4), Aduh Senangnya. Dapat Registration Key Antivirus SMADAV PRO Gratis Oktober 2010 Tarakan Jadi Kota Gas Tempat Hiburan "Indoor" Terbesar di Dunia Itu Ada di Makassar Batik Indonesia Resmi Diakui UNESCO UNESCO Akui Batik Milik Indonesia Rekor Dunia Yang Dimiliki Indonesia Jadikan Wakatobi Ikon Baru Indonesia Angklung Ikon Indonesia di Acara Mahasiswa Asean Download Kumpulan Cerpen Software Kumpulan Hadits Gratis Kumpulan Lagu Islami Khasiat Ayat Kursi Tarakan Cyber City Asal Usul Tarakan Pesta Iraw Tengkayu Tarakan Alamat Web Layak Dikunjungi

Kata-Kata Bijak (Random)

[Kumpulan Kata-Kata Bijak]

Jumat, Oktober 26, 2007

Perlakuan Polis Malaysia Terhadap Turis WNI di Kuala Lumpur

Anwar Ibrahim saja dipukuli, apalagi TKIAnwar Ibrahim Mantan (wakil perdana menteri Malaysia) pada acara Kick Andy di Metro TV:
Saya sering protes atas perlakukan terhadap TKI. Sering terjadi penyiksaan. Saya tidak ada urusan dengan nasionalisme. Saya melihat persoalan ini dari kacamata kemanusiaan,
Ini yang selalu saya kritisi. Sebab kalau pejabat tinggi seperti saya saja dipukuli, apalagi TKI
(sumber foto dan berita : K!ck Andy)


---------- Forwarded message ----------
From: "Rianto" (mitraku007@*****.com)
Date: Sat, 1 Sep 2007 20:17:28 -0700 (PDT)
Subject: Malaysia Truly Asia (?)

Original Message : Budiman Bachtiar Harsa (boyharsa@yahoo.com)

Nama saya Budiman Bachtiar Harsa, 37 tahun, WNI asal Banten, karyawan di BUMN berkantor di Jakarta.

Kasus pemukulan wasit Donald Peter di Malaysia, BUKAN kejadian pertama. Behubung sdr Donald adalah seorang "Tamu Negara" hingga kasusnya terexpose besar-besaran. Padahal kasus serupa sering menimpa WNI di Malaysia. BUKAN HANYA TKI Atau Pendatang Haram, tapi juga WISATAWAN.

Tahun 2006, bulan Juni, saya dan keluarga (istri, 2 anak, adik ipar), pertama kalinya kami "melancong" ke Kuala Lumpur Malaysia. (Kami sudah pernah berwisata ke negara2 lain, sudah biasa dengan berbagai aturan imigrasi).

Hari pertama dan kedua tour bersama Travel agent ke Genting Highland, berjalan lancar, kaluarga bahagia anak-anak gembira.

Hari ketiga city tour di KL, juga berjalan normal. Malam harinya, kami mengunjungi KLCC yang ternyata sangat dekat dari Hotel Nikko, tempat kami menginap. Usai makan malam, berbelanja sedikit, adik ipar dan anak-anak saya pulang ke hotel karena kelelahan, menumpang shuttle service yang disediakan Nikko Hotel. Saya dan istri berniat berjalan-jalan, menikmati udara malam seperti yg biasa kami lakukan di Orchrad Singapore, toh kabarnya KL cukup aman.

Mengambil jalan memutar, pukul 22.30, di dekat HSC medical, lapangan dengan view cukup bagus ke arah Twin Tower.

Saat berjalan santai, tiba2 sebuah mobil Proton berhenti, 2 pria turun mendekati saya dan istri. Mereka tiba-tiba meminta identitas saya dan istri, saya balas bertanya apa mau mereka. Mereka bilang "Polis", memperlihatkan kartu sekilas, lalu saya jelaskan saya Turis, menginap di Nikko hotel.

Mereka memaksa minta passport, yang TIDAK saya bawa. (Masak sih di negeri tetangga, sesama melayu, speak the same language, saya dan istri bias berbahasa inggris, negara yg tak butuh visa, kita masih harus bawa passport?).

Salah satu "polis" ini bicara dengan HT, entah apa yg mereka katakan dengan logat melayunya, sementara seorang rekannya tetap memaksa saya mengeluarkan identitas. Perilaku mereka mulai tak sopan dan Istri saya mulai ketakutan.

Saya buka dompet, keluarkan KTP. Sambil melotot, dia tanya :"kerja ape kau disini?" saya melongo... kan turis, wisata. Ya jalan-jalan aja lah, gitu saya jawab. Pak polis membentak dan mendekatkan mukanya ke wajah saya: KAU KERJA APE? Punya Licence buat kerja?

Wah kali dia pikir saya TKI ilegal. Saya coba tetap tenang, saya bilang saya bekerja di Jakarta, ke KL untuk wisata. Tiba-tiba salah satu dari mereka mencoba memegang tas istri, dan bilang: "mana kunci Hotel? "... wah celakanya kunci 2 kamar kami dibawa anak dan ipar saya yg pulang duluan ke hotel.

Saya ajak mereka ke hotel yang tak jauh dari lokasi kami. Namun pak Polis malah makin marah, memegangi tangan saya, sambil bilang: Indon... dont lie to us. Saya kurung kalian...

Jelas saya menolak dan mulai marah. Saya ajak mereka ke hotel Nikko, dan saya bilang akan tuntut mereka habis2an. sambil memegangi tangan saya, tuan polis meludah kesamping, dan bilang: kalian semua sama saja...

Saat itu sebuah mobil polisi lainnya datang, pake logo polisi, seorang polisi berseragam mendekat. Di dadanya tertulis nama: Rasheed.

Saya merapat ke pagar taman sambil memegang istri yang mulai menangis. Melawan 3 polis, tak mungkin. Mereka berbicara bertiga, mirip berunding. Wah, apa polis malaysia juga sama aja, perlu mau nyari kesalahan orang ujung2nya merampok?

Petugas berseragam lalu mendekati saya, meminta kami untuk tetap tenang. Saya bertanya, apa 2 orang preman melayu itu polisi, lalu polisi berseragam itu mengiyakan. Rupanya karena saya mempertanyakan dirinya, sang preman marah dan mendekati saya, mencengkram leher jaket saya, dan siap memukul, namun dicegah polisi berseragam.

Polisi berseragam mengajak saya kembali ke Hotel untuk membuktikan identitas diri. saya langsung setuju, namun keberatan bila harus menumpang mobil polisi. Saya minta untuk tetap berjalan kaki menuju Nikko Hotel, dan mereka boleh mengiringi tapi tak boleh menyentuh kami. Akhirnya kami bersepakat, namun polisi preman yang sempat hampir memukul saya sempat berkata : if those indon run, just shoot them... katanya sambil menunjuk istri saya. Saya cuma bisa istigfar saat itu, ini rupanya nasib orang Indonesia di negeri tetangga yang sering kita banggakan sebagai "sesama melayu".

Diantar polisi berseragam saya tiba di Nikko Hotel. Saya minta resepsionis mencocokkan identitas kami, dan saya menelpon adik ipar untuk membawakan kunci. Pihak Nikko melarang adik saya, dan mengatakan kepada sang Polis, bahwa saya adalah tamu hotel mereka, WNI yang menyewa suites family, datang ke Malaysia dengan Business class pada Flight Malayasia Airlines.

Pak Polis preman mendadak ramah, mencoba menjelaskan bahwa di Malaysia mereka harus selalu waspada. Saya tak mau bicara apapun dan mengatakan bahwa saya sangat tersinggung, dan akan mengadukan kasus ini, dan "membatalkan rencana bisnis dengan sejumlah rekan di malaysia" (padahal saya tak punya rekan bisnis di negeri sial ini).

Polisi berseragam berusaha tersenyum semanis mungkin, berusaha keras untuk akrab dan ramah, petugas Nikko Hotel kelimpungan dan berusaha membuat kami tersenyum.

Setelah istri saya mulai tenang, saya mengambil HP P9901 saya dan merekam wajah kedua polisi ini. Keduanya berusaha menutupi wajah, meminta saya untuk tidak merekam wajah mereka.

Istri saya minta kita mengakhiri konflik ini, dan sayapun lelah. Kami tinggalkan melayu-melayu keparat ini, tanpa berjabat tangan.

Sepanjang malam saya sangat gusar, dan esoknya kami membatalkan tur ke Johor baru, mengontak travel agent agar mencari seat ke Singapore. Siang usai makan siang, saya tinggalkan Malaysia dengan perasaan dongkol, dan melanjutkan liburan di Singapore.

Mungkin saya sial? ya. Mungkin saya hanya 1 dari 1000 WNI yang apes di Malaysia? bisa. Tapi saya catat bahwa bila saya pernah dihina, diancam, bahkan hampir dipukuli, bukan tak mungkin masih ada orang lain mengalami hal yg sama.

Jadi, kalau hendak berlibur di Malaysia, sebaiknya pikir masak2. Jangankan turis, Rombongan atlet saja bisa dihajar polisi Malaysia. Bayangkan bila perlakuan seperti ini dilakukan dihadapan anak kita. Tentu anak akan trauma, sekaligus sedih.

Hati-hati pada PROMOSI WISATA MALAYSIA. Di Malaysia, WNI diperlakukan seperti Kriminal. Malaysia Truly Asia (?) patut dipertanyakan ??????

Label:


Dapat Dollar setiap file anda di Download Mau? Daftar di Ziddu.com
PTC Luar Terpercaya dan Terbukti Menghasilkan Dollar Hanya di NeoBux.com


4 Comments for Perlakuan Polis Malaysia Terhadap Turis WNI di Kuala Lumpur:

At Sabtu, Oktober 27, 2007 11:23:00 AM, Anonymous Anonim said...

Diz, kakak ipar dan ponakan kecil Iko akan berangkat ke Malaysia tgl 1 Nov nanti... si Ipar mendapatkan beasiswa di sana selama 2thn... melihat kondisi Malaysia skrg ini, jadi takut ngelepas mereka pergi... hikkzz.

 
At Senin, Juli 06, 2009 6:51:00 PM, Anonymous idische said...

wajah bin tampang,baboe dan koelie,wajar dicurigai,emangnya didesa loe cuma bawa ktp?khan biasa ke ln?koq gak bawa pasport?wajar,untung gak dinyonyor.

 
At Kamis, November 19, 2009 2:04:00 AM, Anonymous Anonim said...

bagus drama di atas, teman saya pula harus pulang ke malaysia mencari uang untuk menebus isterinya yang dikurung polisi di tj balai karimun.

kejadian terbaru, nelayan malaysia di tembak (dipercayai) oleh pihak berkuasa malaysia. 1 cedera parah, dan 4 nelayan yang lain hilang, mungkin sudah mati ditembak juga

 
At Kamis, November 19, 2009 2:05:00 AM, Anonymous Anonim said...

kesilapan... pihak berkuasa Indonesia

 

Poskan Komentar

Terima Kasih Atas Komentar Anda by Ardiz Tarakan Borneo

Links to Perlakuan Polis Malaysia Terhadap Turis WNI di Kuala Lumpur:

Buat sebuah Link

Malaysia (Malingsia) kembali mengklaim budaya Indonesia menjadi budaya mereka yang dicantumkan tari pendet dalam iklan visit year Malaysia (Malingsia). Sebelumnya, Malaysia (Malingsia) telah mengklaim lagu rasa sayange, angklung, reog Ponorogo, gamelan, wayang kulit, batik, Hombo Batu, dan Tari Folaya, dalam makanan Tumpeng dan Ketupat. Malaysia (Malingsia) Klaim Tari Pendet Bali. Klaim Malaysia (Malingsia) atas Tari Pendet Bohong Besar. Malaysia (Malingsia) Klaim Tenun Ikat Sambas. Malaysia (Malingsia) Juga Klaim Daratan Sebatik. Setelah Pendet, Kuda Lumping pun Diklaim Malaysia (Malingsia). Daftar Klaim Malaysia (Malingsia) atas Kebudayaan Indonesia. Malaysia (Malingsia) Pencuri Seni dan Budaya Indonesia. Pulau Jemur Diklaim Jadi Obyek Wisata Malaysia (Malingsia). Diam-diam Malaysia (Malingsia) Incar Kolintang. Kesenian Hadrah Bawean Gresik Rawan Diklaim Malaysia (Malingsia). Kejahatan Malaysia (Malingsia) Terhadap Indonesia, Paling Lengkap Di Seluruh Dunia. Malaysia (Malingsia) Of The Nation Terror For Indonesia. Malaysia (Malingsia) Klaim Budaya Indonesia Untuk Cari Identitas. Malaysia (Malingsia) Bagaikan 'Melipat dalam Guntingan'. Dirjen Asean : Malaysia Sedang Alami Krisis Identitas. Malaysia (Malingsia), You’re Truly the Thief of Asia. Gamelan Malaysia (Malingsia) Dipesan dari Solo. Batik Malaysia (Malingsia) Diinspirasi Batik Jawa. Album 'Wali' Dibajak Malaysia (Malingsia). Kapal Malaysia (Malingsia) Langgar Perbatasan Lagi. Malaysia (Malingsia) Akui Kontribusi TKI. Pol Air Tarakan Kembali Tangkap Kapal Trawl Malaysia (Malingsia). Layanan Seks Online Booming di Malaysia (Malingsia). Bisnis Ekstasi Itu Dimodali Orang Malaysia (Malingsia). Aksi Pengrusakan Gereja Lagi-lagi Terjadi di Malaysia (Malingsia). Enam Warga Malaysia (Malingsia) Ditahan Terkait Meninggalnya TKI. Mengapa Malaysia (Malingsia) selalu Maling ???.

Negeri Indonesia adalah "negeri yang damai", bukan negeri Islam, tetapi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan hukum positif kita telah sesuai dengan "ruh" atau "substansi" syariat Islam. Karena itu tidak alasan syar'i untuk melakukan qital. Boleh saja kaum teroris mengklaim bahwa apa yang mereka lakukan adalah perintah dan atas nama Tuhan, tetapi natur keberagamaan kita yang humanis tidak dapat menerima hal itu. Orang yang melakukan bunuh diri dan membunuh orang adalah pembunuh, bukan mujahid. MUI telah berfatwa bahwa perbuatan mereka terkutuk dan bukan jihad, kematian mereka pun bukan mati syahid. Selengkapnya di Tentang Jihad, Bom Syahid dan Terorisme dan Pembunuh Bukan Mujahid Puasa Gaya Teroris Mengapa Orang Jadi Teroris? Teror Bukanlah Jihad Menembak Teroris dengan Hati

Powered by  MyPagerank.Net TopOfBlogs Personal Personal Blogs - Blog Rankings Personal Blogs - Blog Top Sites Personal Blogs - Ardiz Tarakan Online Marketing - OnToplist.com Blogger Topsites Ardiz Tarakan Borneo FeedBurner Rank Blog Indonesia My BlogCatalog BlogRank

TarakanBais.Blogspot.com Berfungsi sebagai Agregator dan Blog Utama Komunitas Blogger Tarakan (KBT) Dalam Rangka Mengenalkan Kota Tarakan Borneo. Komunitas Blogger Tarakan (KBT) adalah Ajang Penyaluran Ide Bakat dan Kreatifitas Anak Tarakan Borneo di Dunia Maya. Tarakan BAIS ~ Tarakan Cyber City ~ Tarakan Kota Pendidikan ~ Tarakan The New Singapore ~ Tarakan Never Ending Borneo ~ Lewat KBT (Komunitas Blogger Tarakan) ~ Lihat Dengar dan Kebersamaan ~ Promosikan Tarakan Lewat Blog Demi Indonesia Yang Lebih Baik.

BorneoBlogger.com Situs komunitas blogger Kalimantan (Borneo Indonesia) lebih dikenal dengan Borneo Blogger Community. merupakan agregat dari blogger yang berasal atau tinggal di Pulau Kalimantan (Borneo Indonesia). Dengan maksud dan tujuan untuk menyatukan Borneo Blogger ke dalam satu wadah sehingga tidak terpencar-pencar dan mempererat tali silaturahmi di antara Borneo Blogger.

Blog ini mendukung program Anti Pornografi, Anti Pornoaksi, Jangan Bugil, ANTI Free Sex, Anti Telanjang Jangan Bugil Depan Kamera : Demi Masa Depan dan Indonesia yang Lebih baik, Kami Berjanji Tidak Akan Bugil Di Depan Kamera.